Warga Palestina Tusuk Mati Warga Israel di Ariel, Tepi Barat

Seorang warga Palestina menusuk mati seorang warga Israel. Hamas menilai peristiwa ini sebagai tanda bangkitnya intifada, yakni perlawanan rakyat sipil Palestina terhadap pendudukan Israel.

Dilansir AFP, Selasa (6/2/2018), peristiwa ini terjadi di Ariel, dekat Tepi Barat pada Senin (5/2) waktu setempat. Pelaku melarikan diri sebelum berhasil ditangkap polisi Israel.

“Pria Israel dibunuh lewat serangan penusukan di Ariel,” kata juru bicara polisi, Micky Rosenfeld.

Ariel adalah salah satu permukiman terbesar di wilayah pendudukan Israel, di Tepi Barat. Lokasinya dekat Nablus, 35 km arah utara Yerusalem.

Saat ini petugas keamanan sedang mencari pria pelaku penusukan itu. Korban diidentifikasi sebagai Itamar Ben Gal (40), penduduk permukiman Har Bracha dekat kota Nablus di Tepi Barat.

Militer Israel mengidentifikasi pelaku penyerangan sebagai warga Palestina, penusukan terjadi di tempat pemberhentian bus di gerbang masuk ke Ariel.

Sebuah video yang beredar di internet memperlihatkan Ben Gal menunggu bus, kemudian penyerang menyeberang jalan dan menusuk Ben Gal di dada.

Anggota militer mengejar penyerang yang sudah berada di mobilnya, menabrakya menggunakan kendaraan. Namun penyerang berhasil melarikan diri. Area itu kemudian ditutup untuk umum.

Hamas, kelompok pergerakan Islamis Palestina yang mengendalikan Jalur Gaza, menyambut peristiwa penyerangan itu dengan menyatakan bahwa itu menunjukkan “Intifada Yerusalem berlanjut”.

Sekitar 20 jip tentara Israel menyerbu desa Burqin di Tepi Barat, dekat Nablus, pada Senin (6/2) kemarin. Itu adalah tempat dari Ahmed Jarrar (22), terduga penembak mati warga Israel Rabbi Raziel Shevach di kawasan permukiman di belahan utara Tepi Barat.

Peristiwa Senin itu memicu bentrokan. Warga Palestina melempar batu-batu ke arah personel militer Israel. Seorang pemrotes ditembak di kaki, kata petugas keamanan Palestina.

Ada pula peristiwa sebelumnya, tentara-tentara Israel menyerbu desa dan menembak mati warga Palestina berumur 19 tahun. Ketegangan memang meningkat sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara kontroversial mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *