Tak Merokok, Karyawan Jepang Bisa Dapat Cuti Tambahan

Tokyo, Jepang Sebuah perusahaan Jepang memberikan cuti tambahan sebanyak enam hari kepada karyawannya yang tidak merokok. Cuti ini diputuskan setelah karyawan yang tidak merokok mengeluh, mereka bekerja lebih keras daripada karyawan yang merokok.

Perusahaan pemasaran yang berbasis di Tokyo, Piala Inc, awalnya hanya memperkenalkan kebiasaan untuk tidak merokok kepada seluruh karyawan tiap bulan September. Namun, momen ini dimanfaatkan karyawan dengan cepat.

“Salah satu staf kami yang tidak merokok memberikan pesan di kotak saran perusahaan di awal tahun ini. Dia menulis, karyawan yang istirahat untuk merokok sangat mengganggu,” kata Hirotaka Matsushima, juru bicara Piala Inc, dilansir dari Telegraph, Jumat (3/11/2017).

CEO Piala Inc yang melihat saran tersebut ternyata setuju. Seluruh karyawan yang tidak merokok pun akhirnya diberikan beberapa hari untuk cuti tambahan.

Kebencian karyawan yang tidak merokok tumbuh karena karyawan yang ingin merokok harus turun ke lantai bawah tanah (basement).

Karyawan yang merokok pun banyak yang turun. Sementara itu, ruangan kantor berada di lantai 29. Kantor ini terletak di distrik Ebisu, Tokyo.

Satu rokok bisa bertahan sekitar 15 menit. Artinya, perokok memakan waktu merokok selama sekitar setengah jam setiap kali turun.