Sukarelawan Asian Games Tanyakan Koordinasi Kerja

Di tengah antusiasme masyarakat untuk menjadi bagian dan berpartisipasi di perhelatan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang sebagai tenaga relawan (volunteer), ternyata muncul keluhan dari beberapa volunteer yang telah terseleksi dan terpilih untuk bergabung di ajang test event “18th Invitation Tournament” yang akan berlangsung 10-24 Februari 2018.

Para volunteer yang sudah lolos dari tahap rekrutmen pertama pada September 2017 lalu mempertanyakan koordinasi kerja dengan Koordinator Human Resources & Volunteer (HR&V) Panitia Pelaksana Asian GAmes 2018 (INASGOC) yang bertanggung jawab terhadap keberadaan mereka setelah lolos seleksi.

Sejak dinyatakan lolos, mereka belum mendapat penjelasan mengenai sistem dan pembagian kerja, jadwal penugasan, cara berkomunikasi antar volunteer, hingga hak yang semestinya diperoleh serta kewajiban yang harus dilakukan.

“Setelah menjalani general training 1 dan 2 di bulan November dan awal Desember 2017 lalu, saya baru menandatangani buku kontrak volunteers sebagai syarat kelanjutan mengikuti training per divisi LO,” ujar seorang volunteer ketika ditemui Beritasatu, Jumat (19/1).

“Namun setelah itu, tidak ada pemberitahuan apapun, hingga muncul penerimaan pendaftaran volunteer Asian Games. Apakah saya harus mendaftar kembali? Atau saya harus menghubungi siapa untuk kejelasan tugas dan status saya,” lanjutnya.

Saat pembukaan kembali situs volunteer Asian Games, Kamis (18/1/2017) di Jakarta, KoordinatorHR&V menyatakan dibutuhkan 13.000 tenaga sukarelawan yang terbagi dalam 11.000 orang untuk penempatan di Jakarta dan 2.000 orang untuk penempatan di Palembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *