Sikap Donald Trump Bikin Israel Gencar Bangun Permukiman Yahudi?

Tel Aviv Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyetujui rencana pembangunan 3.736 unit baru di permukiman Yahudi di wilayah yang mereka duduki di Tepi Barat. Menurut para aktivis, langkah Netanyahu tersebut dipicu oleh sikap Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump yang lebih akomodatif.

Unitunit baru tersebut akan dibangun di sejumlah permukiman, termasuk di Hebron dan sejumlah wilayah kontroversial lainnya. Demikian ungkap seorang pejabat Israel yang enggan menyebut namanya.

Sejumlah bangunan baru itu termasuk rumah dan gedung yang diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Sebagian besar negara menganggap bahwa permukiman Yahudi tersebut ilegal. Namun, Israel menampiknya.

“Tahun ini mungkin memecahkan rekor. Tidak diragukan lagi ini terjadi karena perubahan di Gedung Putih,” kata Hagit Ofran, Direktur organisasi Settlement Watch for the leftwing Peace Now dengan mengacu pada jumlah unit baru yang disetujui Netanyahu seperti dikutip dari The Washington Post.

Presiden Trump sebelumnya sempat mengatakan bahwa permukiman “bukan lah hal baik bagi perdamaian”. Namun, pengumuman rencana untuk pembangunan ribuan unit baru sejak pelantikannya mencerminkan hal berbeda.

Israel sempat memperluas permukiman selama masa kepresiden Barack Obama. Namun, saat itu pemerintahan Obama lebih vokal dalam menyuarakan kebijakan AS dengan menegaskan bahwa tindakan Israel ilegal dan merupakan penghalang utama dalam upaya mencapai perdamaian dan solusi dua negara.

Pada Desember 2016, beberapa saat sebelum masa jabatannya berakhir, Obama selaku orang nomor satu di Negeri Paman Sam mengambil langkah tak biasa.

Obama memerintahkan perwakilan AS untuk abstain dalam voting yang bertujuan mengeluarkan resolusi yang mendesak Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina.