Serang Juniornya Secara Brutal, Pesumo Jepang Putuskan Pensiun

Tokyo Pesumo Jepang kelahiran Mongolia, Harumafuji, mengatakan ia akan pensiun dari dunia olahraga yang membesarkan namanya. Langkah ini ia ambil setelah terjerat sebuah skandal yang mengguncang Negeri Sakura.

Seperti dikutip dari BBC, Harumafuji tengah diselidiki atas tuduhan penyerangan terhadap seorang pegulat junior. Pria berusia 33 tahun tersebut telah menyatakan permintaan maaf dari lubuk hatinya pada para penggemarnya, otoritas olahraga terkait dan istrinya karena “memicu skandal tersebut”.

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia sumo Jepang dilanda skandal yang melibatkan kekerasan, mafia dan pengaturan pertandingan.

Harumafuji memulai kariernya di Jepang pada usia 16 dan dipromosikan ke posisi gelar tertinggi pesumo, yokozuna, pada 2012. “Sebagai yokozuna saya merasa bertanggung jawab atas cedera yang dialami Takanoiwa dan karena itu saya akan pensiun sejak hari ini,” ungkap Harumafuji.

Meski demikian, Harumafuji tidak memberikan rincian terkait insiden yang menyeretnya. Hingga kini skandal itu masih diselidiki Japan Sumo Association (JSA).

Saya Bertindak Terlalu Jauh

Menurut laporan media, skandal yang menjerat bintang sumo tersebut berawal ketika Harumafuji marah karena juniornya memeriksa ponselnya. Takanoiwa pun harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami geger otak dan tengkorak retak.

“Saya pernah mendengar bahwa dia kurang sopan dan saya pikir adalah tugas saya sebagai senior untuk mengoreksi dan mengajarnya. Tapi saya bertindak terlalu jauh,” kata Harumafuji pada Rabu waktu setempat.

Dalam sebuah konferensi pers pada Senin lalu, juru bicara untuk JSA mengatakan bahwa kasus ini memerlukan hukuman yang sangat keras. Namun belum ada keputusan akhir yang dibuat.

“Hampir tidak ada yang meragukan bahwa tindak kekerasan telah terjadi,” ungkap yang bersangkutan.