Sebagian Pengungsi Gunung Agung Masih Bertahan

Sebagian besar warga pengungsi terdampak aktivitas vulkanik Gunung Agung di posko pengungsian Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pertanian, Desa Rendang, Karangasem, Bali, memilih tetap tinggal sementara di pengungsian, meski Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geolog (PVMBG) telah menurunkan status Gunung Agung dari Awas ke Siaga pada Sabtu (10/2).

“Saya masih menunggu instruksi dari kepala dusun untuk pulang,” ujar salah seorang pengungsi asal Desa Kesimpar, Kadek Sumiati, yang mengaku masih akan tinggal di pengungsian untuk sementara waktu, saat ditemui di posko pengungsian UPTD Rendang, Karangasem, Minggu (11/2).

Ia mengaku masih khawatir karena kondisi jalan di kampung halamannya rusak parah. “Kalau meletus lagi, kondisi itu justru akan menghambat kami menyelamatkan diri secepatnya,” kata dia.

Kerusakan jalan juga dikeluhkan warga Kesimpar lainnya. Wayan Nada, mengaku dirinya justru lebih mengkhawatirkan kondisi jalan dibanding kondisi Gunung Agung yang menurut PVMBG masih memiliki kemungkinan erupsi dengan skala eksplosivitas rendah. “Jalannya banyak berlubang. Kalau naik sepeda motor harus pelan-pelan. Jika terjadi erupsi lagi, saya khawatir tidak bisa menyelamatkan diri kalau kondisi jalan masih seperti itu” ujarnya.

Sementara Kelian Banjar Dinas Kesimpar, I Nengah Sama mengaku, dirinya bersama para warga masih akan tinggal di pengungsian sambil menunggu pemberitahuan resmi dari pihak terkait. Ia juga meminta pemerintah untuk segera memperbaiki jalan. “Dengan penurunan status ini saya juga berharap pemerintah segera menyelesaikan pengaspalan jalan di wilayah kami. Paling hanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu,” katanya.

Ia mengaku tidak mempermasalahkan jika warganya tetap tinggal pengungsian sembari menunggu perbaikan jalan. “Warga akan lebih tenang kembali ke rumah jika kondisi jalan telah diperbaiki. Jika terjadi sesuatu maka akan mudah melakukan evakuasi,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Koordinator Logistik Posko Induk Kecamatan Rendang, Wayan Sudiarta, mengaku belum mencatat adanya eksodus pengungsi yang kembali ke rumah setelah penurunan status Gunung Agung. “Sejauh ini warga masih beraktivitas seperti biasa di posko pengungsian. Mungkin pengungsi masih menunggu informasi dari pihak-pihak terkait sebelum memutuskan untuk kembali ke rumahnya,” katanya.

Wayan Sudiarta menyatakan, pihaknya juga masih akan tetap menyalurkan logistik seperti biasa selama masih ada warga yang mengungsi.

Terkait apakah tenda pengungsian akan dibongkar apabila seluruh pengungsi telah pulang, ia menyatakan hal tersebut masih akan dibahas lebih lanjut.

Selain menurunkan status Gunung Agung menjadi Siaga, PVMBG juga mempersempit jarak zona perkiraan bahaya yang awalnya 6 kilometer menjadi 4 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung.

Hal tersebut membuat ribuan pengungsi yang awalnya berasal dari daerah di dalam radius zona perkiraan bahaya, diperbolehkan kembali pulang dan beraktivitas normal di daerah asal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *