Presiden Yaman Minta Masyarakat Bersatu Lawan Kelompok Pemberontak

Bentrokan yang terjadi di ibukota Yaman, Sanaa, menewaskan mantan presiden Yaman, Ali Abdulah Saleh, yang dibunuh pemberontak Huthi pada Senin (4/12/2017).

Dilansir dari AFP, Presiden Yaman yang diakui secara internasional, Abedrabbo Mansour Hadi, meminta masyarakat Yaman untuk bersatu melawan kelompok Huthi.

“Mari bergandengan tangan untuk mengakhiri kekuasaan kelompok penjahat dan membuka babak baru untuk mengakhiri mimpi buruk Yaman,” katanya dari Arab Saudi, di mana dia tinggal dalam pengasingan.

Dia juga meminta penduduk sipil untuk menjauh sekitar 500 meter dari kendaraan militer dan pertemuan kelompok Huthi.

Kematian Saleh menandai titik balik dalam konflik yang membuat ribuan orang tewas, dan menjadi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Konflik ini juga makin menegangkan hubungan Timur Tengah, antara Arab Saudi dan Iran.

Kelompok Huthi mengumumkan kematian Saleh di stasiun televisi milik mereka, Al Masirah.

Saleh, mantan pemimpin Yaman yang memerintah dengan tangan besi selama tiga dekade. Dia juga telah bergabung dengan pemberontak Huthi Shiite pada 2014, saat mereka menguasai sebagian besar negara Peninsula Arab termasuk ibukota Sanaa.

Namun, aliansi tersebut terurai dalam sepekan terakhir, dengan pertempuran sengit di ibu kota. Kemudian, Saleh ditembak mati oleh pejuang Huthi setelah dia melarikan diri dari kota.

Saleh terpaksa mengundurkan diri pada 2012, setelah pasukannya melakukan tindakan keras terhadap demonstrasi damai yang terinspirasi dari Arab Spring untuk menyerukan pengusirannya.

Saleh selamat dari perang saudara, sebuah pemberontakan di utara, pemberontakan Al Qaeda di selatan dan serangan bom pada Juni 2011 di istananya yang membuatnya terluka parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *