Peserta Famtrip Korea Senang Diajak Offroad Lava Tour Merapi

Aktivitas Familization Trip (Famtrip) media dan blogger Korea di Yogyakarta berlangsung seru. Delapan perwakilan media dan blogger asal Negeri Ginseng mengaku gembira diajak wisata offroad Lava Tour Merapi.

“Ini menjadi pengalaman menyenangkan yang tak terlupakan. Sangat Seru. Ada nuansa luar biasa saat kami diajak menelusuri kawasan Merapi yang diluluhlantahkkan lava beberapa tahun silam,” ujar Lee Woorin, Youtuber asal Korea, Jumat (1/12/2017).

Lee sangat bersemangat karena di Korea, Lee belum pernah naik jeep Willys tua dan beroffroad dengan menerabas medan yang jalanannya berundak-undak dan dipenuhi pasir dan batu. Baginya, ini pengalaman baru dan seru.

“Driver jeep mengajak bertualang melewati sungai dan jalanan yang tidak mulus. Badan bakal terguncang di atas mobil jeep offroad yang melaju kencang. Brum-brum! Benar-benar tempat wisata yang asik dan seru,” ucap pemilik channel Youtube dengan jumlah subscriber 300 ribu orang tersebut.

Kawasan di sekitar Merapi yang penuh kerikil, bebatuan, dan pasir jadi lokasi yang paling dinanti Lee. Saat guncangannya semakin hebat, dia justru makin senang.

“Di sini bisa berwisata sekaligus memacu adrenalin. Cool!” kata dia.

Unsur edukasinya pun ada. Di sepanjang perjalanan, rombongan famtrip dapat menyaksikan sisa-sisa keganasan erupsi Merapi, mulai dari kampung Kinahrejo yang luluh lantak, bekas hunian warga yang rubuh dan tak berpenghuni, timbunan material vulkanik berupa pasir dan kerikil, hingga batu-batuan berukuran besar yang dimuntahkan dari perut Merapi.

Bahkan, di salah satu spot, bisa dijumpai wisata Batu Alien. Dari cerita warga sekitar, batu ‘alien’ yang besarnya seperti gajah tersebut terlempar dari puncak Merapi sejauh 7 km.

Menyusuri jalan pulang, peserta famtrip diajak melewati sungai Kali Kuning. Saat melewati genangan air, mobil sengaja digas dengan kecepatan tinggi sehingga tamu asal Korea bisa merasakan sensasi cipratan air Kali Kuning.

“Ini baru hari pertama. Selanjutnya akan lebih menyenangkan serta lebih seru lagi. Baru satu spot di Yogyakarta, masih banyak spot lain yang nanti akan dijelajahi. Candi Prambanan, Candi Borobudur, Keraton Yogyakarta, Keraton Solo siap dieksplore,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar, Vinsensius Jemadu.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, memiliki pendapat serupa. Menurutnya, famtrip tersebut tepat sasaran. Mengundang media dan blogger Korea merasakan sensasi berwisata yang menyenangkan, diyakini bakal menimbulkan efek domino yang positif bagi pariwisata Yogyakarta.

“Selama ini pasar Korea hanya terfokus pada Bali dan Lombok. Ke depan Yogyakarta pasti akan makin banyak dikunjungi wisman Korea karena media dan blogger ini mempunyai basis follower yang tidak sedikit. Pasti akan positif,” ucap Arief.

Karena itu, mengeksplorasi Yogyakarta dengan segala kekayaan alam, budaya, dan kulinernya dinilai sangat strategis.

“Ketika dieksplorasi lebih dalam, destinasi wisata di Yogyakarta akan memiliki news value yang besar. Indirect impact-nya besar. Media value-nya besar. Ini akan memberi keuntungan tersendiri bagi pariwisata Indonesia,” kata Arief.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *