Pengurangan Stimulus BOJ Dongkrak Profit Taking SUN

Aksi ambil untung dari investor di tengah Bank Of Japan (BOJ) mengurangi stimulus moneter mendorong terjadinya kenaikan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan kemarin, Rabu (10/1/2018).

I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, mengatakan Jepang mulai mengurangi stimulus moneter. BOJ memangkas pembelian obligasi negara sekitar 10 miliar yen untuk tenor antara 10-25 tahun dan 10 miliar yen untuk tenor di atas 25 tahun.

“Rencana ini mendorong imbal hasil surat utang global maupun surat utang negara regional mengalami kenaikan kecuali surat utang Jepang,” ungkapnya dalam riset harian, Kamis (11/1/2018).

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar 1-9 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) naik antara 3-8 bps dengan harga turun hingga sebesar 30 bps.

Adapun secara teknikal, harga SUN terlihat mengalami perubahan tren dari tren kenaikan menjadi tren penurunan.

“Pada perdagangan hari ini, kami perkirakan harga SUN masih akan bergerak bervariasi didorong menguatnya nilai tukar rupiah serta masih berlanjutnya dampak dari rencanya BOJ,” ungkap Made.

Sejumlah seri yang direkomendasikan Made untuk ditransaksikan hari ini yakni seri FR0069, FR0053, FR0061, FR0073, FR0058, dan FR0068.

Berikut perubahan imbal hasil dan harga seri-seri acuan kemarin:
FR63.. 5.640% 6.02 bps, harga -27.6 bps
FR64.. 6.120% 5.08 bps, harga -38.6 bps
FR65.. 6.617% 4.58 bps, harga -43.9 bps
FR75.. 6.927% 8.49 bps, harga -96.7 bps

Yield surat utang global juga kembali naik kemarin:
UST 10Y.. 2.559% 0.079 bps
UST 30Y.. 2.899% 0.089 bps
Gilt 10Y.. 1.288% 0.050 bps
Bund 10Y.. 0.475% 0.045 bps

Volume transaksi SUN kemarin senilai Rp14,56 triliun dari 38 seri, nilai seri acuan sebesar Rp5,95 triliun. Volume PBS senilai Rp1,07 triliun dari 6 seri. Sementara volume obligasi korporasi senilai Rp503,6 miliar dari 37 seri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *