Pakar Arsitektur dan Desain Berkumpul di Design Convention 2017

Jakarta Seiring perkembangan zaman, dunia desain dan arsitektur makin diminati banyak orang. Dunia desain dan arsitektur sangat sejalan dengan fokus pemerintahan Presiden Jokowi yang ingin mengembangan ekonomi kreatif Indonesia. Dari angkatan kerja yang ada saat ini, di Indonesia ada sekitar 16,9 juta orang yang bekerja dalam lingkup ekonomi kreatif.

Hal tersebut setidaknya diungkapkan Wawan, perwakilan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dalam acara Design Convention, yang digelar dalam rangkaian pameran ICAD ke8 di Grandkemang Hotel, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Ada tiga fokus kami dalam pengembangan industri kreatif di bidang desain arsitektur, yaitu desain interior, produk, dan desain komunikasi visual. Di akhir pemerintahan Presiden Jokowi, orang yang bekerja di industri kreatif di Indonesia akan bertambah menjadi 17 juta orang, ungkap Wawan.

Dalam sesi talkshow sendiri, Design Convention menghadirkan banyak pakar dalam bidang industri kreatif desain dan arsitektur tanah air, antara lain Ary Indra, Dani Hermawan, Johan Yang, Miranti Gumaya, Rubi Roesli, hingga desainer produk asal Prancis Amaury Poudray dan arsitek Italia Antonio Pio Saracino.

Dalam sesi perbindangan, Ary Indra mengatakan, Indonesia sebenarnya punya banyak potensi lokal dalam dunia arsitektur yang justru banyak dilupakan, salah satunya adalah anyaman.

Anyaman itu sangat lokal, panas tapi banyak angin, ini material yang paling tepat buat negara tropis, solid, transparan, tapi juga mampu melindungi dari hujan. Sayangnya material ini banyak dilupakan, ungkap Ary.

Jika melintas di depan Grandkemang Hotel, Anda akan melihat monster karya arsitek Ary Indra. Monster yang diberi nama Buto Beeru itu dibuat dengan perhitungan arsitektur yang mengagumkan, termasuk mempertimbangkan makna filosofi buto sebagai sumber kekuatan.

Filosofi buto itu sendiri berasal dari budaya saya sebagai orang Jawa. Konsepsi ruang. Buat orang Jawa, ruang kosong itu kekuatan. Buto ini mengonsepsi budaya saya dengan ruang. Hasilnya orang bisa masuk dan merasakan apa yang saya tampilkan, ungkap Ary.