Momentum Pembenahan, Ekonomi Indonesia Stabil

Berita tentang fenomena disrupsi ekonomi digital yang mendorong upaya perbaikan birokrasi oleh pemerintah serta stabilnya kondisi perekonomian Indonesia menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Selasa (5/12/2017).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Efek Disrupsi Digital, Momentum Pembenahan. Fenomena disrupsi ekonomi digital mendorong pemerintah memperbaiki birokrasi dan regulasi guna memacu efisiensi dan produktivitas. Hal itu ditegaskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat membuka seminar tantangan ekonomi bertajuk Keseimbangan Baru Ekonomi Digital yang digelar Bisnis Indonesia, Senin (4/12).

Penurunan Konsumsi Masyarakat Berlanjut. Jelang tutup tahun, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi inti November 2017 sebesar 0,13% atau mencetak rekor terendah sejak 2004. Meski mencatatkan rekor terendah, Kepala BPS Suhariyanto yang akrab dipanggil Kecuk menampik jika kondisi tersebut mencerminkan penurunan daya beli masyarakat.

DJBC Siapkan Strategi. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menyiapkan strategi untuk mengamankan penerimaan agar sesuai dengan ekspektasi pemerintah yakni Rp189,1 triliun.

Sistem Tunggal Transaksi Sudah Tiba. Sistem transaksi di Indonesia memasuki fase baru. Kemarin (4/12), Bank Indonesia (BI) merilis penerapan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) atau National Payment Gateway (NPG).

Ekonomi Indonesia Stabil. Perekonomian Indonesia saat ini stabil dan memiliki momentum untuk terus tumbuh cukup tinggi dan lebih berkualitas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan sekitar 5,1%. Kendati demikian, tahun 2017 menjadi momentum bagi Indonesia untuk tumbuh lebih tinggi lagi, seiring dengan ekonomi dunia yang juga mulai pulih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *