Mitos Mistis Seputar Lokasi Kecelakaan Maut di Tanjakan Emen

Bus pariwisata PO Premium Fassion terguling di Tanjakan Emen, Kampung Dawuan, Desa Ciater, Subang, Sabtu (10/2/2018) sore. Sebanyak 27 orang yang dilaporkan tewas dalam kecelakaan tersebut kebanyakan para ibu anggota PKK dari Ciputat, Tangerang Selatan.

Kecelakaan tersebut menambah daftar musibah maut di tanjakan Eman, sekaligus kian menguatkan beragam mitos berbau mistis yang pernah diperbincangkan masyarakat selama ini.

Pada pertengahan 1980-an, mobil VW Combi yang penulis tumpangi bersama keluarga tiba-tiba mogok persis di tanjakan yang kemudian kami ketahui bernama “Tanjakan Emen”. Hari masih sore, tapi lantaran hujan dan kabut cukup pekat membuat suasana kala itu bak sudah memasuki waktu magrib. Sopir kami berusaha mengutak-atik mesin mobil tapi hasilnya nihil. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa mobil angkutan yang biasa lalu lalang antara Bandung-Subang, dan meninggalkan si combi untuk diurus pihak bengkel.

Saat masih negosiasi harga sewa, seseorang yang mengenakan kupluk hitam dari mobil Colt yang akan disewa bertanya apakah di antara kami ada yang masih punya rokok. Saat kemudian disodorkan sebatang, dia menyalakan rokok tersebut dan mengisapnya beberapa kali lalu membuangnya begitu saja. “Coba hidupkan mesinnya, Pak!,” pintanya dalam bahasa Sunda sejurus kemudian.

Ajaib! Mesin si Combi tokcer menderu. Kami semua bersorak dan bersyukur kegirangan. “Makanya jangan pelit buang sebatang rokok. Untung si Emen cuma bikin mogok mobil kalau sampai….,” kata si lelaki berkupluk hitam tanpa menuntaskan kalimatnya.

Itulah pertama kali penulis mengenal mitos berbau mistis ikhwal Jembatan Emen. Setiap kali ada kecelakaan di sekitar tanjakan itu, lantas dikaitkan seolah musibah itu terkait dengan si Emen. Anda boleh percaya atau tidak!

Siapa gerangan si Emen?
Salah satu versi menyebut Emen adalah korban tabrak lari di daerah itu. Bukannya ditolong, jenazah Emen malah disembunyikan dalam rimbunan pepohonan di sekitar tanjakan tersebut. Sejak saat itulah arwah Emen penasaran dan menuntut balas.

Versi lain mengatakan Emen adalah sopir angkutan sayur rute Subang – Bandung. Pada pertengahan 1960-an dia mengalami musibah. Mobil yang dikemudikannya kecelakaan dan terbakar. Emen tewas di tempat kejadian, dan sejak saat itu semakin sering terjadi kecelakaan di sana.

Sebagai penolak bala, para pengendara yang tahu tentang mitos tanjakan Emen, biasanya akan melempar rokok, sekedar membunyikan klakson, atau melemparkan uang recehan.

Sementara Sahidin Darajat warga sekitar memberikan kesaksian kepada situs kotasubang, 18 Juni 2014, Emen adalah kernet bus Bunga. Sekitar tahun 1969 bus itu mogok di tanjakan. Ketika berusaha mengganjalnya, bus tersebut bergerak dan melindas Emen hingga tewas.

“Waktu itu ada bus bernama bus bunga, kendaraan tersebut mogok di tanjakan, Emen berusaha mengganjal bannya. Namun rem nya jebol, sehingga pak Emen terseret sama bus hingga meninggal dunia,” kata Sahidin.

Sejak kejadian itu menurut Sahidin sering terjadi penampakan dan kecelakaan di sana, sehingga kemudian tanjakan tersebut dikenal dengan sebutan Tanjakan Emen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *