Mitos Demam pada Anak yang Patut Diwaspadai

Nah, sebagai orangtua, juga jangan terjebak dengan mitos demam yang sering Anda dengar dari tetangga sebelah rumah.

Berikut daftar mitos demam yang menjebak, seperti yang dilansir laman Aboutkids, Selasa (7/11/2017).Demam perlu diobati

Ini tidak benar! Demam tak berbahaya, ini adalah sinyal tubuh karena adanya infeksi atau bakteri. Tubuh sedang memeranginya. Obat digunakan hanya untuk membuat anak nyaman dan mudah istirahat.

Demam menyebabkan kerusakan otak

Sebagian demam dipicu karena infeksi di bawah 42 derajat. Demam ini tak menyebabkan kerusakan otak. Namun beda cerita ketika anak mengalami demam hingga 44 derajat, ini baru dapat menyebabkan kerusakan otak.

Demam harus minum ibuprofen dan acetaminophen

Ini tidak benar! Obat hanya membuat Anda nyaman, demam hanya turun 12 derajat. Bahkan demam akan masih bisa berlanjut meski Anda telah memberikan obatobatan tersebut.

Demam harus merespon antibiotik

Ini tidak benar! Antibiotik hanya untuk mengobati infeksi bakteri. Antibiotik akan mulai bekerja untuk melawan bakteri setelah anak meminumnya. Tapi dibutuhkan dua hingga tiga hari untuk menurunkan demam. Hal ini dikarenakan deman kebanyak dipicu oleh infeksi virus sehingga antibiotik tak digunakan.

Mengobati demam akan mencegah kejang

Ini tidak benar! Demam tak akan mencegah kejang, sebaiknya Anda menghindari pengobatan untuk mencegah kejang. Kejang biasanya terjadi karena faktor keturunan dan bisa jadi ini adalah tanda adanya infeksi serius pada anak.