Menteri Rini Klaim Selalu Dahulukan Swasta di Proyek Pemerintah

Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengklaim selalu mempersilakan pihak swasta untuk membangun beberapa proyek pemerintah. Jika swasta tak ada yang berminat, baru akan dikerjakan oleh BUMN. Apa yang disampaikan itu sesuai dengan perintah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Dijelaskannya, dalam membangun suatu proyek, pemerintah akan terlebih dahulu menawarkan kepada swasta. Jika tak ada yang berminat, barulah BUMN turun tangan. Dengan demikian, dia juga membantah bahwa BUMN selalu mendominasi proyekproyek dalam negeri.

“Tol Trans Sumatera itu kita sudah tawarkan, sudah tender tiga kali tapi tidak ada yang mau ambil, kalau dihitung internal rate of returnnya (IRR) tidak cukup, makanya BUMN yang akhirnya ditugaskan,” tegas Rini di Plaza Mandiri, seperti ditulis, Jumat (6/10/2017).

Contoh proyek lainnya, yaitu jalan Tol Trans Jawa. Izin pembangunan jalan tol itu sudah dikeluarkan sekitar 10 tahun lalu, dan beberapa ruas diambil oleh swasta. Namun, dalam pelaksanaannya tidak sesuai harapan.

Banyak perusahaan swasta yang tak kunjung membangun proyek jalan Tol Trans Jawa tersebut dengan alasan sulitnya pembebasan lahan. Oleh karena itu, akhirnya BUMN tepaksa mendapat tugas untuk mengambi alih beberapa ruas yang sebelumnya dimiliki swasta.

“Terbukti, langsung kita kerjakan. Trans Jawa, pertengahan tahun depan akan sambung dari Merak sampai Probolinggo, 1.270 km,” tegas dia.

Tidak hanya itu, BUMN juga melibatkan swasta dalam pengembangan beberapa bandar udara, seperti Bandara Internasional Kualanamu Medan dan Bandara Internasional Lombok Praya. Pengembangan ini dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisata ke dua bandara yang dikelola Angkasa Pura II dan Angkasa Pura I terserbut.