Laporan Paradise Papers Ungkap Rahasia Taipan Dunia Hindari Pajak

Jakarta Sebuah penyelidikan terbaru diungkap ke publik minggu ini, diberi nama Paradise Papers. Penyelidikan tersebut menelisik keterlibatan pebisnis papan atas, pimpinan pemerintahan, tokoh dalam bidang politik, global dan hiburan dalam hal menyembunyikan kekayaan mereka demi menghindari incaran pajak.

Dilansir dari The Guardian, detail mengenai informasi tersebut ada dalam 13,4 juta dokumen. Sebagian besar arsip itu memberi informasi mengenai caracara picik perusahaan papan atas dunia menyembunyikan kekayaan mereka.

Mereka menggunakan kerumitan struktur yayasan dan perusahaanperusahaan tertutup untuk melindungi uang mereka dari otoritas pajak atau menyembunyikan transaksi mereka. Meski demikian, sebagian besar transaksi ini disebutkan tidak melanggar hukum.

Sama halnya dengan Skandal Panama Papers yang diungkap tahun lalu, dokumen itu diperoleh oleh surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung, yang kemudian meminta International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) atau Konsorsium Jurnalis Investigatif untuk melakukan penyelidikan.

Pengungkapan ini akan memberi tekanan pada para pemimpin dunia, termasuk Trump dan perdana menteri Inggris, Theresa May. Hal ini bertolak belakang dengan keputusan mereka yang telah berjanji untuk mengekang skema penghindaran pajak agresif.

Publikasi Paradise Papers dilakukan oleh lebih dari 380 wartawan dan menghabiskan waktu selama 1 tahun. Mereka menyisir berbagai data yang didapat dari 70 tahun silam.

Penemuan Paradise Papers ini sangat mengejutkan, apalagi di tengah ketimpangan pendapatan global yang makin meningkat.

Berikut beberapa fakta mengejutkan yang diungkap dalam Paradise Papers:

1. Dana jutaan pound dari kekayaan real estate Ratu Inggris telah diinvestasikan dalam dana Cayman Islands. Sebagian dari uang ini disalurkan ke pebisnis ritel yang diduga banyak mengeksploitasi keluarga miskin dan tidak berada.

2. Berbagai persetujuan tersembunyi dari anggota kabinet, penasihat dan donatur Donald Trump. Termasuk di antaranya pembayaran substansial dari perusahaan yang dimiliki bersama oleh menantu Vladimir Putin kepada perusahaan logistik milik Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross.

3. Facebook dan Twitter mendapat investasi ratusan juta dolar AS yang bersumber dari institusi finansial milik pemerintah Rusia.

4. Menteri Keuangan di bawah pimpinan Justin Trudeau mengelola lembaga Cayman Islands yang digunakan untuk menghindari pajak.

5. Berbagai skeman penghindaran pajak yang dilakukan oleh perusahaan multinasional seperti Nike dan Apple.

6. Caracara picik yang dilakukan oleh namanama besar di industri film dan TV untuk melindungi kekayaannya dengan menempatkan uangnya secara offshore.