Korea Utara Gelar Latihan Evakuasi Warga Sipil, Persiapan Perang?

Pyongyang Sebuah laporan yang belum terkonfirmasi menyebut, Korea Utara tengah melakukan latihan evakuasi warga sipil secara besarbesaran. Latihan itu diduga dilakukan pekan lalu.

Laporan itu datang dari media milik Amerika Serikat yang berbasis di Seoul, Korea Selatan, NK News. Media itu memperoleh informasi dengan mengutip sejumlah sumber anonim.

NK News melaporkan, beberapa kota beserta seisi warga di tepi pantai timur Korut diduga tengah melakukan latihan persiapan perang, di antaranya simulasi penanganan kondisi gelap gulita serta skenario evakuasi.

Menurut laporan tersebut, wilayah Pyongyang tidak termasuk yang melakukan latihan evakuasi tersebut. Demikian seperti dikutip dari News.com.au, Senin (30/10/2017).

Seorang jenderal bintang purnawirawan militer Korsel, Chun Inbum, mengatakan kepada NK News, “Saya belum pernah mendengar latihan seperti itu sepanjang karier saya. Namun jika benar adanya, saya tidak terkejut. Mereka (Korut) mungkin mulai menyadari betapa seriusnya situasi saat ini.”

Sementara itu, seorang pembelot dari Korut mengatakan kepada NK news, “Saya mengingat bahwa latihan serupa pernah dilaksanakan saat saya masih tinggal di Pyongyang. Biasanya dilakukan tiga kali dalam setahun, serta dalam kurun waktu ketika Korsel dan Amerika Serikat tengah melakukan latihan militer gabungan.”

Namun, Letnan Jenderal (Purn) Chun Inbum turut menaruh curiga bahwa latihan persiapan perang yang dilakukan warga sipil di Korut hanya sematamata propaganda dari Kim Jongun. Propaganda itu ditujukan oleh Kim Jongun untuk menanamkan “persepsi situasi krisis” kepada para warga sipil Korut.

“Pada masa ketika pengeboman telah semakin presisi, latihan tersebut mungkin menunjukkan betapa abainya Korut dengan sejumlah teknologi perang saat ini. Atau, bisa saja mereka melakukan kampanye propaganda, menakutnakuti warga mereka sendiri agar mereka taat kepada pemerintah,” jelas Chun.

Bukan Pertama Kali

Ini bukan kali pertama Korut memerintahkan warga sipil untuk melakukan simulasi guna menghadapi potensi perang. Pada 2013, otoritas memerintahkan warga sipil di Pyongyang untuk menutupi seluruh kendaraan di kota dengan kain kamuflase.

Pada tahun yang sama, Pyongyang juga mendesak menyelenggarakan latihan evakuasi warga sipil besarbesaran. Saat itu, tensi antara Korut dengan Korsel tengah meninggi.

Demikian pula pada 1994, simulasi waga sipil yang bersiap menghadapi serangan udara di Pyongyang dan beberapa kota hampir menjadi rutinitas seharihari.