Ketika Pelajar Kritik Cara Pemberantasan Narkoba di Indonesia

Sebanyak 33 pelajar dari berbagai kelas SMA Swasta Sukma Bangsa, Kota Lhokseumawe meluncurkan buku kumpulan esai yang diberi judul Negeriku Tanah Surga?, di gedung perpustakaan sekolah tersebut.

Buku setebal 179 halaman itu diterbitkan Yayasan Sukma Bangsa itu berisi 33 gagasan dari pelajar itu untuk memberantas tindak pidana narkotika dan obat terlarang ( Narkoba) di Indonesia.

Salah seorang penulis, Riska Niar Maulida, menyebutkan buku itu berawal saat DPR RI membuat program parlemen muda tahun lalu. Seluruh esai dalam buku itu diikutsertakan dalam lomba parlemen tersebut.

Dari situ, daripada sekadar naskah begitu saja, kita putuskan menerbitkannya menjadi buku. Ini akan kita bagikan ke sekolahsekolah dan lembaga pemerintah, kata Riska.

Dia juga menyebutkan umumnya buku itu berisi harapan pelajar agar Badan Narkotika Nasional (BNN), polisi di seluruh tanah air memburu pelaku pengedaran narkoba hingga ke akarakarnya.

Jangan sampai ada ruang untuk mereka mengedarkan narkoba. Generasi sampai generasi kita rusak garagara barang haram itu, katanya.

Sebagian tulisan, kata Riska juga mengajak masyarakat agar tidak mengucilkan mereka yang sudah taubat dari bisnis narkoba. Selain itu, Riska dan pelajar lainnya berharap penegakan hukum tidak pandang bulu dalam kasus narkoba.

Kepala SMA Sukma Bangsa, Zubir, menyebutkan program penulisan memang menjadi ekstrakurikuler di sekolah tersebut. Program ini, kata Zubir sebagai literasi pada pelajar.

Agar mereka terbiasa memberikan saran, kritik dan masukan untuk pembangunan Indonesia ini dalam bentuk tulisan. Saya berbahagia mereka bisa menyelesaikan tulisan itu dengan baik, pungkasnya.

Kompas TV 11 orang ditangkap di Jayapura karena memiliki ganja seberat 3 Kilogram.