Jualan di Trotoar, Pedagang Tanah Abang Alihkan Toko Jadi Gudang

Jakarta Sejumlah pedagang di Blok G Pasar Tanah Abang membuka lapak di trotoar. Mereka beralih berdagang di trotoar karena toko yang mereka sewa di blok G Pasar Tanah Abang sepi.

Kondisi sepi ini sudah berlangsung beberapa tahun terakhir.

“Sepi yang terasa banget itu 23 tahun ini. Akhirnya mutusin pindah ke bawah sini (trotoar) baru 2 tahun kok,” kata salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya kepada detikFinance.

Selanjutnya, toko yang mereka tinggalkan beralih menjadi tempat penyimpanan barang alias gudang.

“Tokonya masih ada di lantai 2 (blok G). Dipakai jadi gudang karena sepi kan,” sambung pedagang yang berjualan pakaian anakanak ini.

Ia menjelaskan, sampai saat ini dirinya masih membayar uang sewa berupa biaya pengelolaan pasar sebesar kurang lebih Rp 120 ribu/bulan.

Pedagang lainnya yang berjualan daster juga melakukan hal serupa. Ia menjadikan toko yang disewanya di lantai 2 Blok G Pasar Tanah Abang untuk menyimpan barang.

“Pindah ke sini (trotoar) baru 1 bulan. Sewa toko masih jalan buat simpansimpan barang ini. Tokonya di Blok G lantai 2,” katanya.

Sementara itu, seorang staf pengelola PD Pasar Jaya Blok mengatakan, hingga saat ini masih ada sekitar 50 pedagang yang aktif berjualan di Pasar Tanah Abang Blok G.

Namun, terkait penggunaan toko sebagai gudang ia mengaku belum bisa memastikan hal tersebut. Namun, jika terbukti, si pedagang akan dijatuhi sanksi tegas, contohnya pencabutan hak tempat usaha.

“Nggak tahu, setahu kami mereka masih buka SabtuMinggu. Biar nggak kena SP mungkin. Paling ada 1 atau 2 orang, kalau ada kami tahu langsung kami gembok,” tuturnya.