Ilmuwan FKUI Kembangkan Balon Perangkap DNA untuk Mendeteksi Kanker Paru

Mendapatkan kesembuhan bagi pasien kanker paru terbilang sulit. Pasalnya, kebanyakan orang yang mengidap kanker paru terlambat mengetahui adanya penyakit tersebut.

Dr. dr. Achmad Hudoyo, Sp.P(K) dari RS Paru Persahabatan menemukan cara terbaru mendeteksi adanya kanker paru. Dengan sampel hembusan napas, pasien akan diketahui sudah sampai di mana penyakit kanker parunya. Penelitian ini diklaim mudah, efektif, dan sederhana untuk dilakukan.

Semua tenaga kesehatan di daerah terpencil pun dapat melakukannya. Sampel hembusan napas pasien kanker paru akan ditampung dalam balon karet. DNA dan senyawa kimia si pasien dapat dideteksi dengan cara seperti ini. Jadi, pasien juga bisa menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Sampel hembusan napas tadi nantinya dikirimkan ke laboratorium rumah sakit yang bisa mengecek sampel tersebut.

“Sampel hembusan napas pasien kanker paru tadi, akan mendeteksi DNA dan senyawa kimia yang terdapat di sana, sehingga tidak perlu ke rumah sakit yang fasilitasnya lengkap karena bisa dikirim melalui pos,” ujar dokter yang akrab disapa dr. Hudoyo,¬†Rabu (10/1/2018) saat ditemui di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Validasi sementara dari penelitian ini sudah mencapai 70 persen. DNA yang terdeteksi di sampel hembusan napas akan selalu valid dalam tes laboratorium, karena DNA tidak memiliki keterbatasan waktu dalam pemeriksaan. Pengiriman lewat pos tidak menjadi masalah sama sekali dalam metode pengiriman sampel ini.

Menurutnya selama ini, kanker yang bisa dideteksi dengan cara pre cancer hanyalah kanker serviks saja. Kini kanker paru pun memiliki cara untuk deteksi pre cancernya.

“Pre cancer pada kanker paru sudah bisa dideteksi, jadi pasien tidak akan terlambat dalam memperoleh kesembuhan kembali dan angka harapan hidup pasien akan menjadi lebih panjang,” tutup dr. Hudoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *