Harga Emas Antam Berada di Posisi Rp 621544 per Gram

Sebelumnya harga emas merosot meski bursa saham Amerika Serikat dan dolar AS tertekan. Hal itu seiring kepercayaan terhadap reformasi pajak menyusut. Padahal reformasi pajak diharapkan dapat meningkatkan ekonomi.

Harga emas untuk pengiriman Desember tergelincir US$ 13,30 atau satu persen ke posisi US$ 1.274,20 per ounce. Namun, selama sepekan, harga emas cetak kenaikan mingguan pertama dalam empat minggu. Harga emas naik 0,4 persen selama sepekan seiring dolar AS tertekan. Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Desember turun 10,4 sen atau 0,6 persen menjadi US$ 16.871 per ounce.

Rencana pemangkasan pajak mempengaruhi gerak harga emas. “Pembuat undangundang kini mencoba untuk mendamaikan penawaran yang muncul dari DPR. Ini juga mengisyaratkan volatilitas menjelang kenaikan suku bunga the Federal Reserve ditambah rencana pemangkasan pajak,” kata Analis Daily FX, Ilya Spivak, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Sabtu 11 November 2017.

Tekanan harga emas juga dipicu dari aksi jual pada perdagangan siang hari waktu setempat. Direktur Kitco Metal Peter Hugs juga melihat secara teknikal memasuki area tertekan.

“Begitu emas turun di bawah level US$ 1.282, itu memicu penghentian secara teknikal dan percepatan penjualan,” ujar dia.

Hal senada dikatakan Chintan Karnani. Investor berhasil memperoleh keuntungan selama sepekan sehingga melakukan aksi jual menjelang akhir pekan.

“Menurut saya turunnya harga emas karena profit taking sebelum penutupan pekan ini. Selain itu juga karena ketidakmampuan menembus level resistance akhir tahun lalu,” ujar dia.

Sementara itu, indeks dolar AS melemah terhadap enam mata uang lainnya di awal sesi perdagangan. Indeks dolar AS akhirnya mendatar.