Harga Batu Bara Tergelincir 0,22%

Penguatan harga batu bara berakhir pada perdagangan Selasa (5/12/2017), pelemahan pertama dalam tiga hari perdagangan berturut-turut.

Pada perdagangan Selasa, harga batu bara untuk kontrak Februari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup melemah 0,22% atau 0,20 poin di US$89,60/metrik ton.

Padahal harga komoditas ini sempat melanjutkan penguatannya di awal perdagangan Selasa setelah berakhir menguat pada dua hari berturut-turut sebelumnya.

Berbanding terbalik dengan batu hitam, harga minyak mentah mampu berakhir menguat pada akhir perdagangan Selasa (5/12). Namun harga minyak AS kemudian tergelincir ke zona merah pada perdagangan pagi ini menyusul sebuah laporan industri yang menunjukkan lonjakan pada persediaan bensin AS.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari diperdagangkan pada US$57,46 per barel pada pukul 16.43 waktu AS, setelah berakhir di level US$57,62 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun minyak Brent untuk pengiriman Februari ditutup menguat 41 sen di level US$62,86 di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.

WTI mengikis penguatannya setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan stok bensin di AS melonjak 9,2 juta barel pekan lalu. Angka ini akan menjadi kenaikan terbesar sejak Januari 2016 jika data pemerintah yang dirilis Rabu menunjukkan kenaikan yang sama. Besarnya kenaikan membayangi ekspektasi terhadap penyusutan persediaan minyak mentah AS.

“Ini adalah jumlah yang cukup bearish pada bensin. Saya tidak berpikir permintaan bensin akan menurun tiba-tiba,” kata Kyle Cooper, direktur penelitian IAF Advisors, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (6/12/2017).

Minyak menguat dalam tiga bulan terakhir dan diperdagangkan menguat pada sesi sebelumnya karena OPEC dan negara produsen lainnya berjanji untuk memperpanjang pembatasan pasokan hingga akhir tahun 2018 untuk mengurangi tingkat persediaan global.

Laporan API juga menunjukkan persediaan minyak mentah turun 5,48 juta barel pekan lalu dan pasokan dari pusat jaringan minyak di Cushing, Oklahoma, turun sebesar 1,95 juta barel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *