Harga Batu Bara Melemah 0,11%

Harga batu bara ditutup melemah pada akhir perdagangan kemarin, Selasa (16/1/2018).

Di akhir perdagangan kemarin, harga batu bara untuk kontrak April 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup melemah 0,11% atau 0,1 poin ke level US$92,30 per metrik ton.

Harga batu bara kontrak April 2018 menghentikan reli dua hari pada perdagangan sebelumnya setelah pada perdagangan Senin (15/1/2018), berakhir menguat 0,38% atau 0,35 poin di level US$92,40.

Sejalan dengan harga batu bara, harga minyak mentah dunia merosot ke zona merah setelah pembelian oleh para pengelola investasi global (hedge funds) memicu kekhawatiran harga dapat terkoreksi pasca reli.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2018 berakhir melemah 57 sen di US$63,73 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Maret 2018 ditutup merosot US$1,11 di US$69,15 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Pada sesi perdagangan Senin (15/1), harga minyak Brent mampu berakhir di atas US$70 per barel.

Dilansir Bloomberg, para pengelola investasi global pekan lalu mendorong spekulasi bullish terhadap minyak mentah menuju rekor level tertinggi, menurut Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS dan ICE Futures Europe.

Namun kini para pedagang mempertimbangkan tanda-tanda bahwa minyak mentah mungkin telah overbought.

“Biasanya saat mendapat banyak keuntungan pada satu sisi, seperti saat ini, Anda akan melihat perubahan arah,” kata John Kilduff, seorang partner di Again Capital LLC., seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (17/1/2018). “Ada banyak aspek teknis yang bekerja melawan reli harga.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *