Harga Batu Bara Ditutup Turun 0,19%, Melemah di Hari Keempat

Harga batu bara kembali ditutup melemah di hari keempat pada akhir perdagangan Rabu (31/1/2018).

Pada perdagangan Rabu, harga batu bara untuk kontrak April 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup melemah 1,90% atau 1,70 poin di US$87,95/metrik ton.

Harga batu bara melanjutkan pelemahannya di hari keempat setelah pada perdagangan Selasa (30/1), harga ditutup melemah 0,55% atau 0,5 poin di level US$89,65.

Berbanding terbalik dengan batu bara, minyak mentah dunia berhasil mencatatkan kenaikan pertama pekan ini, setelah penurunan mengejutkan pada suplai bensin AS membantu meredakan kekhawatiran tentang permintaan yang kurang bergairah.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2018 ditutup naik 23 sen di US$64,73 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah mengalami penurunan 1,3%.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Maret 2018 berakhir naik 3 sen di US$69,05 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Dilansir Bloomberg, Badan energi AS, Energy Information Administration (EIA), melaporkan jumlah persediaan bensin Amerika turun 1,98 juta barel pekan lalu, penurunan pertama sejak awal November.

Di sisi lain, jumlah stok minyak mentah mengalami kenaikan terbesar dalam hampir satu tahun, setelah rentetan penurunan. Kenaikan juga disebabkan pemeliharaan kilang musiman.

“Pasar telah memperkirakan kenaikan jumlah minyak mentah,” ujar Joseph Bozoyan, seorang manajer portofolio di Manulife Asset Management LLC di Boston, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (1/2/2018).

“Pada saat yang sama, bensin menunjukkan penurunan yang cukup sehat, sehingga mengurangi beberapa kekhawatiran tentang permintaan yang lemah,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *