Gus Ipul Sebut Dipasangkan dengan Puti Guntur Sudah Takdir

Dua pasangan bakal Calon Gubenur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jatim, di Surabaya, Rabu (10/1) kemarin. Bahkan pasangan pertama hadir di KPUD tiga jam sebelum penutupan pendaftaran pukul 24.00 WIB.

Rombongan Gus Ipul panggilan akrab Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, baru mendaftar di KPUD pukul 21.00 WIB, karena sebelumnya pasangan yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra ini, karena mengikuti doa bersama di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)
PKB dan peringatan HUT ke 45 PDI-P di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Jatim.

Ribuan pendukungnya baik dari kader partai pengusung maupun relawan menyertai mereka menuju KPUD. Terlihat juga kiai-kiai sepuh dan pengurus partai pengusung.

Wakil Sekretaris Jendral DPP PDI-P Ahmad Basarah, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Ngawi Budi Kanang’ Sulistiyono, Bupati Sidoarjo H Saiful Illah, anggota DPR dari Partai Gerindra Bambang Haryo, seluruh ketua partai pengusung.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menilai keputusan dipasangkannya dirinya dengan Puti Guntur Soekarno di Pilgub Jatim 2018 merupakan takdir.

“Tidak ada rencana, bahkan sampai detik terakhir. Dan yang pasti, tanpa ada campur tangan dari Allah SWT maka ini tak akan terjadi,” ujarnya.

“Mbak Puti memang cucu Soekarno, tapi yang dilihat bukan itunya. Yang dilihat adalah kapasitasnya, kemampuannya bukan hanya trahnya saja. Saya yakin dan optimistis Mbak Puti tidak diragukan kemampuannya. Nantinya, masyarakat Jatim akan mengenal dan cinta terhadap Mbak Puti. ” katanya.

Sementara itu, Puti Guntur Soekarno bercerita, bahwa saat ditelepon Gus Ipul tiga hari lalu dirinya saat itu masih berada di Jepang. Asal tahu saja, sudah menjadi kebiasaan bagi Puti jika dia mempunyai jadwal mengajar rutin di salah satu universitas di Jepang, tiap semesternya.

Puti juga bercerita jika setelah ditelepon oleh Gus Ipul, selang sehari kemudian dia juga ditelepon oleh Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto. Setelah sampai di ke tanah air, ia langsung menemui Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Dalam pertemuan itu, Megawati menjelaskan tugas yang harus diemban oleh Puti mendampingi Gus Ipul menjadi calon Wakil Gubernur Jatim. “Intinya, beliau menjelaskan jika penunjukkannya sebagai calon Wakil Gubernur Jatim adalah tugas dari partai dan amanat dari para kyai NU di Jatim,” katanya.

Khofifah Menangis
Sementara itu pasangan Khofifah-Emil Dardak mendaftar di KPUD Jatim, pada siang hari pukul 11.30. Sebelum berangkat ke Kantor KPUD, mereka bersama pendukungnya menggelar istighosah dan salawatan, kemudian rombongan berangkat dari Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Jalan Siwalan Kerto, Surabaya menuju kantor KPU Jatim.

Ketua DPD Partai Demokrat, yang juga Gubernur Jatim, Soekarwo bersama pimpinan partai pendukung lainnya PPP, Hanura, PKPI, PAN, sedangkan Nasdem dan Golkar diwakilkan oleh wakil ketua dan sekretaris turut mengantar pasangan ini.

Ketika menyampaikan sambutanya Khofifah sempat menangis saat menyebut nama suaminya, almarhum Indar Parawansa, keluarga, dan sahabat suaminya yang ikut memgantar dan memberikan dukungan.

Pasangan Khofifah-Emil juga melengkapi semua persyaratan.Terutama surat mandat dari ketua partai yang berhalangan hadir. Hanya saja Bawaslu Jatim sempat mempertanyakan surat kedinasan ketua DPW Nasdem yang juga Bupati Malang Rendra Kresna.

Dalam berkas tersebut tidak ada surat kedinasan dari Pemkab Malang karena Rendra berada di Jakarta. Namun Sekretaris tim pemenangan Khofifah – Emil, Renville Antonio bersedia melengkapi kekurangan berkas, sehingga pasangan calon dan ketua parpol bisa pulang.

“Biar kami yang urus nanti. Bapak ibu bisa pulang dulu,” katanya.

Pada Pilgub Jatim, hanya diikuti dua pasangan tersebut, meskipun sebelumnya akan muncul poros emas gabungan Gerindra, PKS dan PAN. Tetapi akhirnya ketiga parpol tersebut melebur ke kedua pasangan itu. PAN mendukung Khofifah-Emil, kemudian PKS dan Gerindra mendukung pasangan Gus Ipul-Puti Guntur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *