Gelar 4G di 23GHz, Telkomsel Pastikan Tarif Internet Tak Naik

Jakarta Setelah memenangkan lelang spektrum 2.300MHz/2.3GHz, Telkomsel akan segera menerapkan layanan 4G LTE berbasis teknologi Time Division Duplex (TDD).

Menurut Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, penerapan 4G TDD akan membuat akses internet lebih cepat dan menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik untuk pengguna. Misalnya, pengalaman saat menonton video streaming jadi lebih lancar tanpa buffering.

Meski begitu, Ririek memastikan akses internet yang lebih cepat tidak lantas membuat Telkomsel menaikkan tarif layananan internetnya.

“Kalau tarif sama aja dengan sekarang. (Perubahan) tarif itukan disesuaikan oleh banyak hal tapi bukan karena spektrum. (Jadi) nggak ada pengaruh di tarif,” ujar Ririek usai konferensi pers Frekuensi TDD 2.300MHz di Telkomsel Smart Office, Jakarta.

Ia justru menilai setelah kecepatan internet meningkat, hal yang terjadi biasanya adalah konsumsi data yang akan meningkat jadi lebih tinggi. “Hal itu terjadi secara natural,” ujar Ririek.

Pihaknya belum menghitung berapa potensi kenaikan konsumsi data yang bakal terjadi setelah menerapkan 4G TDD. “Namun berdasarkan pengalaman perpindahan dari jaringan 3G ke 4G beberapa waktu lalu, ada kenaikan konsumsi data antara 2030 persen. “Saya belum yakin (ada kenaikan konsumsi data berapa persen) tapi potensial ada,” ujar Ririek.

Menurut Ririek, dengan teknologi TDD, pengalaman mengakses internet Telkomsel bakal lebih cepat. Sayangnya, di Indonesia penggunaan data per pelanggan masih lebih rendah dibandingkan beberapa negara lain. Di Thailand, kata Ririek, ratarata pengguna mengkonsumsi 36GB per harinya.

“Kita masih ada harapan lebih tinggi lagi, pertama didukung penggunaan smartphone dan kedua jumlah smartphone akan terus bertambah,” katanya.