Eks Perwira Tentara India Pukuli 6 Orang hingga Tewas

Seorang mantan perwira militer India memukuli enam orang hingga tewas menggunakan tongkat besi. Peristiwa ini memicu kepanikan masyarakat.

Dilansir AFP, Naresh Dhankar (45) memulai pembunuhan di sebuah rumah sakit di Palwal, negara bagian Haryana. Polisi mengatakan Dhankar lalu berjalan keluar dan memilih korban secara acak.

Korban pertama yang dibunuhnya ialah seorang wanita yang sedang menunggu kerabatnya di RS. Aksi keji ini terekam kamera keamanan.

Saat polisi membawa jasad wanita itu, diketahui ada pembunuhan lainnya yang dilakukan Dhankar. Polisi kemudian memberikan peringatan ke seluruh kota.

Pejabat kepolisian menyebut ada tiga orang lain yang tewas penjaga malam. Sementara satu orang lainnya ialah seorang pengemis yang tengah tertidur di pinggir jalan yang berada sekitar 60 kilometer arah utara New Delhi.

Semua korban dipukuli di bagian kepala menggunakan tongkat besi oleh mantan tentara berpangkat letnan yang memiliki gelar master di bidang pertanian ini.

Dhankar ditangkap ketika menyerang korban ketujuh di RS lainnya.

“Dia menyerang seorang wanita di sebuah rumah sakit terlebih dahulu. Kami bergegas ke sana dan saat kami mengamati rekaman CCTV, kami mengetahui bahwa lebih banyak mayat ditemukan,” kata juru bicara polisi Sanjay Kumar, Rabu (3/1/2017).

“Tersangka telah ditangkap dan saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” sambungnya.

Tayangan televisi menunjukkan Dhankar, mengenakan pakaian berwarna biru. Dia berjalan dengan tongkat besi di tangannya.

Saat berita tentang serangan ini menyebar di media sosial, polisi meminta penduduk Palwal untuk tinggal di dalam rumah.

Berdasarkan keterangan istri Dhankar, pria tersebut disebut mengalami gangguan mental dalam beberapa hari terakhir. Dhankar sendiri telah berpisah dengan istrinya beberapa tahun.

“Kami sedang menyelidiki untuk mengetahui motif yang tepat di balik pembunuhan tersebut,” kata Kumar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *