Duterte: Usiaku 16 Tahun Saat Pertama Kali Membunuh Orang

Danang Pengakuan mengejutkan terlontar dari bibir Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Ia mengklaim pernah menusuk orang hingga tewas. Pembunuhan pertamanya itu dilakukan saat usianya masih remaja.

“Pada usia 16 tahun, aku sudah membunuh seseorang. Seseorang yang nyata, dalam sebuah perkelahian, dengan sebuah tusukan. Usiaku baru 16 tahun. Bandingkan saja. Berapa (yang bisa kubunuh) sekarang sebagai presiden,” kata dia seperti dikutip dari The Guardian.

Pernyataan tersebut diungkapkan di depan komunitas Filipina di Kota Danang, Vietnam pada Kamis 9 November 2017. Digong, nama akrabnya, ada di kota tersebut untuk menghadiri KTT AsiaPacific Economic Cooperation (APEC).

Ini bukan kali pertamanya Duterte mengaku telah menghabisi nyawa seseorang. Desember tahun lalu, ia mengaku menembak mati seorang tersangka kriminal ketika menjadi Wali Kota Davao, katanya, itu dilakukan untuk memberi contoh kepada para aparat.

Namun, juru bicaranya buruburu mengklarifikasi. Menurut dia, pembunuhan tersebut dilakukan dalam upaya penegakan hukum yang sah oleh polisi.

Majalah Esquire pernah mengutip pernyataan Duterte, dalam wawancara sebelum diangkat sebagai Presiden ke16 Filipina. Ia mengaku, pernah menikam orang hingga tewas saat usianya baru 17 tahun diduga kasus yang sama dengan yang diakuinya di Danang.

Dalam kampanye, ia juga mengaku pernah dikeluarkan dari universitas garagara menembak sesama mahasiswa yang dianggap menghinanya. Korban dilaporkan selamat.

Pria 72 tahun tersebut memenangkan Pilpres Filipina tahun lalu. Saat kampanye, ia berjanji akan memberantas obatobatan terlarang dengan tindakan keras yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kala itu, Duterte berkoar bakal ada 100 ribu orang yang tewas.

Kini, sekitar 16 bulan ia berkuasa, polisi mengaku sudah menewaskan 3.967 orang, baik yang terkait kasus narkoba yang jumlahnya 2.290 jiwa, maupun sebabsebab lain yang belum terpecahkan.

Meski menuai kecaman dari dunia internasional, Duterte masih populer di mata rakyat Filipina. Mantan pengacara itu dianggap membuat negerinya makin aman.

Tak hanya sesumbar soal riwayat kekerasan pribadinya, di depan banyak orang, Duterte juga mengaku akan menampar pelapor HAM PBB jika dia bertemu dengannya.

Ia menargetkan pelapor khusus Perserikatan BangsaBangsa terkait pembunuhan di luar hukum, Agnes Callamard. “Pelapor ini,” kata dia. “Aku akan menamparnya di depanmu. Mengapa? Karena menghinaku. “

Komentar teranyar Duterte diucapkan beberapa hari sebelum dia menjadi tuan rumah bagi Presiden AS, Donald Trump, dan pemimpin lainnya, yang akan terbang ke Manila untuk menghadiri KTT Perhimpunan BangsaBangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Trump dijadwalkan terbang ke Manila dari Vietnam bersama dengan sejumlah pemimpin dunia lainnya pada Minggu malam.

Sebelumnya, Trump memuji Duterte atas tindakan tegasnya memberantas narkoba. Dalam sambungan telepon, ia mengatakan, pemimpin Filipina itu telah melakukan “pekerjaan bagus”.