Dihujani Kritik, Trump Bantah Sebut Imigran dari ‘Lubang Kotoran’

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dihujani kritik karena menyebut imigran dari negara-negara Afrika dan Haiti berasal dari ‘Lubang Kotoran’. Trump lalu membantah telah menghina dengan perkataan yang vulgar tersebut.

Dilansir Reuters, Sabtu (13/1/2018), melalui akun Twitter pribadinya Trump mengatakan bahwa bahasa yang digunakannya saat pertemuan DACA sangat sulit untuk diartikan. Dirinya juga membantah perkataannya itu telah menghina negara-negara Afrika dan Haiti.

“Bahasa yang saya gunakan di pertemuan DACA sangat sulit, tapi ini bukan bahasa yang digunakan.” tulis Trump di Twitternya.

Diketahui, Trump dilaporkan menggunakan kata ‘lubang kotoran’ atau ‘sh*thole’ untuk menyebut imigran dari Afrika dan Haiti, saat membahas reformasi imigrasi dengan sejumlah anggota parlemen AS di Gedung Putih dalam pertemuan tertutup. Seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (12/1/2018), beberapa kalangan politikus Demokrat menyebut penggunaan kata-kata vulgar itu menunjukkan Trump memang anti-imigran dan rasis.

Melalui akun Twitternya, Trump juga mengatakan kalau dirinya tidak pernah menghina warga Haiti.

“Tidak pernah mengatakan sesuatu yang menghina warga Haiti selain Haiti, negara yang sangat miskin dan bermasalah. Tidak pernah bilang “bahwa mereka keluar.” dari apa yang dibuat oleh ‘itu’.” lanjut Trump di Twitter, Jumat (12/1).

Menurut Trump, dirinya memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang Haiti. Dirinya bahkan berniat mengabadikan setiap momen itu nantinya, namun sudah tidak ada yang percaya.

“Saya memiliki hubungan yang indah dengan orang-orang Haiti. Mungkin harus merekam pertemuan masa depan – sayangnya, tidak percaya!,” Tweet Trump.

Sementara itu banyak anggota parlemen Partai Republik yang memilih diam setelah ucapan Trump tersebut. Seperti dilansir dari sebuah wawancara di CNN, perkataan Trump dinilai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Paul Ryan “Tidak beruntung” dan “tidak membantu” hal itu diucapkannya dalam sebuah wawancara yang mengatakan keluarganya telah berimigrasi ke Amerika Serikat dari Irlandia untuk membangun rel kereta api.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *