Crane Jatuh di Jatinegara, Satu Saksi yang Diperiksa adalah Sopir

Terkait kejadian crane ambruk pada proyek double-double track (DDT) kereta api di Jatinegara, Jakarta Timur, polisi berencana memeriksa lima orang saksi. Namun disebutkan hingga saat ini baru selesai pemeriksaan terhadap tiga orang.

“Kemarin baru diperiksa tiga orang. Dua pekerja dan satu sopir,” kata Kabag Humas Polres Jakarta Timur, Kompol Wasiyem, saat dihubungi Senin (5/2/2018).

Sementara itu, pemeriksaan terhadap dua saksi lainnya masih menunggu. Wasiyem pun belum dapat memberikan keterangan.

“Yang dua lain belum ada lagi informasinya,” sebutnya.

Kemudian soal rencana Tim Puslabfor Mabes Polri untuk kembali meninjau lokasi kejadian, ia juga mengaku belum berkoordinasi lebih lanjut. “Puslabfor belum ada koordinasi lagi,” ujar Wasiem.

Tim Puslabfor telah datang mengecek lokasi bersamaan dengan Tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pada Minggu (4/2) sore. Peristiwa jatuhnya launcher girder crane dari proyek double-double track (DDT) kereta api itu menyebabkan 4 korban tewas. Keempat korban tewas yakni Jaenudin (44) asal Karawang, Dami Prasetyo (25) asal Purworejo, Jana Sutisna (44) asal Bandung Barat, dan Joni (34).

Hingga pagi tadi, garis polisi masih terpasang di area masuk ke kawasan proyek.Launcher girder crane yang jatuh masih terlihat menggantung menimpa pondasi bangunan. Garis-garis kuning juga masih terpasang di area dekat lokasi jatuhnya launcher girder crane.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *