Cegah Stres pada Kehamilan Pertama dengan Psikokuratif

Stres seringkali menyerang wanita saat pertama kali mengalami kehamilan. Biasanya stres terjadi akibat pengalaman yang minim ataupun memiliki pengalaman buruk yang terjadi pada keluarga ataupun teman.

Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Soetrisno, dr., SpOG(K), meneliti tentang kondisi stres yang dialami wanita pada kehamilan pertama (primigravida). Stres menyerang terutama pada wanita usia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun.

“Selain karena pengalaman yang belum dimiliki, stres bisa terjadi karena riwayat biopsykofisiososiospiritual yang kurang baik, misalnya hamil diluar nikah, keluarga broken home, kondisi perang, ada rekan yang meninggal karena melahirkan,” kata Soetrisno saat ditemui di UNS, Kamis (25/1/2018).

Ibu hamil yang mengalami distress atau tertekan memiliki risiko persalinan yang tidak lancar. Akibatnya, ibu hamil harus memperoleh tindakan pacu dengan obat dan infus, bahkan sampai dengan operasi caesar.

“Setelah melahirkan, ibu dengan kondisi tersebut berisiko mengalami sindrom baby blues, berupa perasaan gundah dan sedih berlebihan sampai dua minggu. Bahkan depresi bisa membuatnya bunuh diri,” tuturnya.

Dalam penelitiannya, guru besar bidang obstetri dan ginekologi itu memaparkan bahwa kondisi stres dapat dicegah dengan tindakan psikokuratif. Tindakan tersebut mencakup tentang dukungan kognitif, sosial, spiritual dan fisik.

Dukungan kognitif, yaitu memberikan pengetahuan dan pemahaman, sehingga tidak memandang kehamilan menjadi sesuatu yang mengerikan. Dukungan sosial adalah penguatan mental melalui semangat dari keluarga, teman dan orang-orang dekat.

Dukungan spiritual ialah penguatan mental melalui ketenangan batin, biasanya diperoleh dengan memperbanyak ibadah kepada Tuhan. Yang terakhir dukungan fisik, yaitu pelemasan otot-otot dengan relaksasi, biasanya dengan mengikuti senam kehamilan.

Psikokuratif, menurutnya dapat mengurangi intensitas stres, bahkan mengubah kondisi distress menjadi eustress (stres yang tidak berbahaya).

“Hasilnya, ekspresi molecular dapat berubah, kemudian hormone kortisol serum darah menurun dan Heat Shock Protein meningkat. Otot rahim lalu menjadi lebih kuat dan proses persalinan menjadi lebih lancar,” katanya.

Adapun psikokuratif dapat diberikan mulai usia kandungan 8 bulan sampai menjelang persalinan, dibantu oleh dokter, bidan, tenaga kesehatan atau tenaga lain yang telah dilatih psikokuratif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *