Cara Aman Mengatasi Flu Saat Hamil

Menderita batuk, pilek, serta gejala flu lainnya memang menyebalkan, apalagi saat hamil dan tak bisa mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas. Walau begitu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meringankan flu.

Ketika hamil, sistem kekebalan tubuh ibu lebih rendah dari biasanya, sehingga gampang tertular penyakit musiman seperti flu. Tapi tenang saja, gejala flu yang dialami tidak lebih buruk dibanding saat sebelum hamil.

Apa yang selama ini kita sebut flu sebenarnya adalah salesma (common cold). Gejalanya antara lain nyeri tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, bersin-bersin, dan batuk.

Ibu juga bisa mengalami demam ringan atau sakit kepala, walau gejala ini relatif jarang. Sementara itu penyakit flu biasanya memiliki ciri mendadak, menyebabkan demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, berkeringat, dan membuat tubuh terasa lemah.

Penyakit yang disebabkan oleh virus ini kemungkinan besar akan membuat kita malas turun dari tempat tidur. Namun demikian, salesma pada umumnya tak berpengaruh pada kesehatan janin.

Hindari konsumsi obat-obatan apa pun pada 12 minggu pertama kehamilan. Untuk penyakit salesma atau pun flu, setelah janin berusia di atas 12 minggu ibu bisa mengonsumsi parasetamol dosis rendah hanya jika memang sangat dibutuhkan.

Jenis obat flu atau pereda nyeri yang harus dihindari adalah golongan antihistamin, ibuprofen, aspirin, obat flu tablet atau dalam bentuk minuman. Baca kandungan dan bahan aktif obat yang akan dikonsumsi dengan teliti.

Gejala flu bisa dikurangi dengan cara-cara alami, misalnya berkumur dengan air garam, minum vitamin C, serta pakai obat gosok untuk menghangatkan.

Selama sakit flu, konsumsi cukup cairan dan buah-buahan yang mengandung vitamin C. Cukup istirahat dan juga jaga kebersihan diri, misalnya menutup hidung saat bersin dan sering mencuci tangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *