Buktikan Anak Polisi, Pembakar Mapolres Dharmasraya Dites DNA

Jakarta Polisi akan melakukan tes deoxyribonucleic acid atau DNA terhadap jenazah pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat. Tes DNA dilakukan untuk memastikan pelaku adalah anak anggota Polri atau bukan.

“Itu pasti. Kita pasti (melakukan tes DNA). Tapi kan enggak tahu saudara kandungnya siapa, kan enggak ada identitas sama sekali di badannya. Kalau memang ada nanti kita beritahukan,” ucap Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto.

Sebelumnya, salah satu pelaku pembakaran disebut sebagai anak perwira Polri. Setyo mengatakan, kalau itu memang benar maka dari hasil tes DNA nantinya akan menunjukkan hasil yang identik.

“Kalau itu pasti orangtuanya ya pasti identik ya,” pungkas dia.

Polisi telah mengidentifikasi dua pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat, Minggu, 12 November 2017 dini hari. Keduanya adalah Eka Fitra (24) dan Enggria Sudarmadi (25).

Salah satu pelaku disebutsebut sebagai anak perwira Polri. Wakapolri Komjen Syafruddin membenarkan informasi tersebut. Namun, dia tidak menyebutkan pelaku yang mana yang merupakan anak perwira Polri.

“Iya betul, tapi yang bersangkutan sudah lama meninggalkan rumahnya dan sudah tidak ada hubungan dengan orangtuanya,” ujar Syafruddin di Mapolda Metro Jaya.

Saat ini, ucap Syafruddin, keluarga pelaku tengah diperiksa penyidik Polri. Polisi juga menginvestigasi orangtua pelaku.

Hingga saat ini, polisi belum bisa menyimpulkan kedua pelaku berafiliasi dengan jaringan kelompok teroris mana. Polisi masih melakukan pendalaman.

Syafruddin belum mau buruburu menyimpulkan. Kaitan serangan Mapolres Dharmasraya pada terorisme pun masih ditelisik.