AS Bakal Usir 200.000 Warga El Salvador

Pemerintahan Presiden Donald Trump akan mengakhiri status imigrasi sementara bagi 200.000 warga El Salvador yang telah tinggal di Amerika Serikat selama hampir dua dekade.

Dengan keputusan ini, warga El Salvador yang sekarang memiliki Status Perlindungan Sementara (Temporary Protected Status/TPS) harus kembali ke negaranya pada September 2019 atau menjadi imigran gelap kalau memilih tinggal di AS tanpa perlindungan imigrasi yang sah.

Warga dari El Salvador ini pertama kali mendapat jaminan TPS pada 2001 menyusul terjadinya gempa hebat yang menewaskan hampir 1.000 orang dan menghancurkan lebih dari 100.000 rumah di negara Amerika Tengah itu.

Pendahulu Trump yaitu George W. Bush dan Barack Obama terus memperpanjang status perlindungan setiap 18 bulan, dengan alasan negara tersebut belum sepenuhnya pulih dari dampak gempa dan juga dilanda perang antar-kartel narkoba sehingga tidak memungkinkan untuk memulangkan begitu banyak orang ke negara yang belum stabil.

Menurut Kedutaan El Salvador di Washington, diperkirakan 97% warganya yang mendapat TPS sudah berumur di atas 24 tahun, bekerja, dan membayar pajak untuk AS, dan lebih dari separuh angka itu sudah punya rumah sendiri. Menurut Center for Migration Studies, imigran dengan TPS itu sudah melahirkan 192.000 anak yang otomatis menjadi warga negara AS.

Program TPS diluncurkan oleh Kongres pada 1990 dan dimaksudkan sebagai solusi sementara, tetapi kemudian diperpanjang berulang kali.

Pada November, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS juga mencabut fasilitas TPS untuk sekitar 59.000 warga Haiti yang ditampung akibat gempa 2010. Mereka harus pulang ke Haiti pada Juli 2019.

Selain itu 5.300 warga Nicaragua juga dicabut fasilitas TPS mereka yang diberikan sejak 1999 karena badai Hurricane Mitch. Mereka diberi tenggat hingga Januari 2019.

Sementara itu status TPS untuk 86.000 warga Honduras yang terdampak badai Mitch justru diperpanjang enam bulan, meskipun tampaknya mereka juga akan menjadi target pemulangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *