2017 Diduga Salah Satu Tahun Terpanas di Muka Bumi

Bonn Data terkini temperatur yang dikumpulkan oleh World Meteorogical Organization (WMO) menengarai tahun 2017 “sangat mungkin” masuk dalam salah satu dari tiga tahun rekor terpanas.

Memang 2017 belum terbukti lebih panas dibandingkan 2016. Pada tahun itu, suhu Bumi terdongkrak oleh pola iklim El Nino di Pasifik. Namun begitu, tahun 2017 jelas melanjutkan tren jangka panjang peningkatan suhu global.

Dikutip dari UPI pada, Petteri Taalas, Sekretaris Jenderal WMO, menyatakan melalui terbitan pers, “Tiga tahun terakhir menjadi tahuntahun puncak kalau bicara soal rekor suhu. Hal tersebut menjadi bagian dari tren penghangatan jangka panjang.”

Serupa dengan laporan perubahan iklim yang diterbitkan pada Minggu lalu oleh pemerintah Amerika Serikat (AS), informasi terkini dari WMO mengaitkan peningkatan suhu global dengan bertambahnya cuaca ekstrem.

“Kita telah menyaksikan cuaca yang tidak biasa, termasuk suhu sehingga 50 derajat Celcius di Asia, badai bertubitubi pemecah rekor di Karibia dan Atlantik hingga ke Irlandia, banjir muson yang berdampak kepada jutaan orang, serta kekeringan ganas di Afrika Timur,” kata Taalas.

Suhu global memang telah naik selama beberapa dekade belakangan, walaupun penghangatannya melambat di awalnya. Akan tetapi, pembacaan suhu dalam beberapa tahun terakhir menengarai penghangatan mengalami percepatan lagi.